Kamis, 30 Juni 2016



[Resensi Buku] - Sabtu Bersama Bapak 

Dapatkan buku ini di  toko buku online Bukupedia



Penulis: Adhitya Mulya
Penyunting: Resita Wahyu Febiratri
Penerbit: Gagas Media
Jumlah halaman:  278 hlm
ISBN: 979-780-721-5

“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.

“Ini Bapak.

Iya, benar kok, ini Bapak.

Bapak cuma pindah  ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah,

Berkat doa Satya dan Cakra.


Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.

Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.

Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.

Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.

Bapak sudah siapkan.



Ketika kalian punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung

Ke mana harus mencari jawaban.

I don’t let death take these, away from us.

I don’t give death, a chance.



Bapak ada di sini, di samping kalian.

Bapak sayang kalian.”



Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

****

Resensi:
Sabtu Bersama Bapak mengisahkan seorang Bapak, Gunawan Garnida, yang tidak ingin kematian menghilangkan kehadirannya dalam kehidupan keluarganya. Setelah divonis kanker, Gunawan menyiapkan video-video yang ditujukan kepada anak-anaknya, Satya dan Cakra, untuk menemani tumbuh kembang putra-putranya. Hari Sabtu menjadi hari yang spesial bagi Satya dan Cakra karena setiap hari Sabtu mereka berjumpa dengan Bapak lewat video-video Bapak.

Bapak memang sudah memikirkan masa depan keluarganya. Bapak sudah mempersiapkan bekal yang cukup agar sepeninggalnya keluarganya tak kekurangan, baik secara materi maupun kasih. Satya dan Cakra tumbuh menjadi pria-pria yang memegang nilai-nilai yang Bapak ajarkan. Video Bapak membimbing mereka di setiap tahun-tahun perjalanan hidup mereka. 

Sosok Ibu mereka, Bu Itje, adalah seorang wanita yang kuat, sabar, dan tangguh. Semenjak kematian suaminya ia membesarkan kedua putranya seorang diri. Bu Itje tidak pernah mau menyusahkan kedua anaknya. Ia begitu mandiri dan membuka warteg untuk mencukupi kebutuhan hari tuanya karena tidak ingin membebani anak-anaknya. Ibu Itje sudah cukup bahagia melihat putra-putranya tumbuh dewasa dan sukses.


Satya telah menikah dengan seorang wanita cerdas bernama Rissa dan dikarunia tiga orang putra. Sementara Cakra alias Saka masih betah menjomblo. Keinginan ibunda hanya ingin segera melihat Saka menikah, karena waktunya tidak banyak..

Saka sendiri sebenarnya bukan tidak mau menikah, hanya saja ia ingat pesan Bapak bahwa menikah itu mencari jodoh yang bisa menjadi jodoh di dunia dan akhirat. Bukan saling melengkapi, tapi saling menguatkan.

Salah satu pesan Bapak pada anak-anaknya:
Menikah itu banyak tanggung jawabnya.
Rencanakan.
Rencanakan untuk kalian.
Rencanakan untuk anak-anak kalian.

Novel ini berisi cerita tentang kehidupan keluarga yang sangat dekat dengan kita. Nilai-nilai positif diselipkan dalam buku ini dengan tidak menggurui. Pesan bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya, misalnya dengan tidak membanding-bandingkan satu dengan lainnya atau tidak mencap anak sulung harus bertanggung jawab atas adik-adiknya lantaran dia anak pertama.

Konflik yang dibangun dalam novel ini memang tidak rumit dan membuat penasaran. Tapi ketika saya membaca buku ini saya tetap menikmatinya sebagai sebuah refleksi dan berkaca pada keluarga saya sendiri. Kadang buku yang mengandung nilai dan bermakna lebih menarik ketimbang buku yang rumit. Itulah yang saya temukan dalam buku ini. 

Tak hanya itu penulis juga menyelipkan humor dalam karakter Cakra dan para anak buahnya di kantor. Gokil banget percakapan mereka di milis yang secara terang-terangan menyindir Cakra yang masih jomblo dan malah taruhan atas kehidupan percintaan Cakra. Sukses membuat saya terkikik sendiri. Hihihi...

Secara keseluruhan saya sangat menyukai buku ini. Terlepas dari beberapa kesalahan typo dan alur cerita yang mudah ditebak, novel ini sukses menguras air mata. Apalagi endingnya... 5 stars for Sabtu Bersama Bapak :)




Note:
Dan, surprise, novel ini akan segera difilmkan dengan judul yang sama serta didukung dengan aktor dan aktris yang sudah tidak asing lagi. Sedikit bocoran nih, yang akan memerankan Bapak adalah Abimana Aryasatya, Ibu Itje diperankan Ira Wibowo, Satya diperankan Arifin Putra, dan Cakra diperankan Deva Mahendra. Filmnya tayang tanggal 5 Juli 2016 menyambut Lebaran di bioskop-bioskop tanah air. Tak sabar ingin segera menontonnya :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar