Minggu, 25 Januari 2015

Di Balik 98







Di Balik 98, film yang disutradarai Lukman Sardi yang mengisahkan masa krisis moneter saat Orde Baru di bawah tampuk kepemimpinan Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Suasana politik yang tidak menentu, harga barang kebutuhan hidup yang melonjak, dan penjarahan di mana-mana memicu aksi para mahasiswa yang menuntut lengsernya rezim Orba. Diana (Chelsea Islan) dan Daniel (Boy William) adalah aktivis mahasiswa yang ikut memperjuangkan reformasi. Mereka menuntut Presiden untuk mundur dari jabatannya. Sementara itu, kakak perempuan Diana yang bernama Salma (Ririn Ekawati) adalah pegawai istana Negara dan suaminya Bagus (Donny Alamsyah) adalah salah satu komandan pasukan. Salma menasehati Diana untuk tidak ikut demo mahasiswa karena itu berbahaya. Diana tidak peduli, dia malah bertengkar dengan Bagus karena menganggap tentara itu otoriter dan tidak mau mendengar kehendak rakyat. Puncaknya yaitu Kerusuhan Mei 1998 (13-15 Mei 1998) di mana para mahasiswa Trisakti mengadakan demo di depan Istana Negara. Pertikaian sengit tak terhindarkan antara para mahasiswa dengan pasukan TNI. Tak ayal banyak korban jiwa di kalangan mahasiswa. Keadaan semakin memanas. Rakyat semakin beringas, penjarahan terjadi, kekerasan pada etnis Tionghoa yang memilukan, Negara menjadi chaos. Sementara sang Presiden sendiri masih berada di Kairo, dan Wapres B.J.Habibie (Agus Kuncoro) sudah sangat panik menghadapi situasi Negara yang semakin tidak kondusif. Pertemuan antara Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri digelar untuk mencari solusi atas masalah besar yang dihadapi Negara. 

Salma yang mengkhawatirkan adiknya berupaya mencari Diana walau dalam keadaan hamil tua. Saat di tengah jalan terjadi tawuran dan keadaan makin mengerikan, Salma mengalami syok dan pingsan. Sementara itu Diana dan rekan seperjuangannya bersembunyi dari kejaran pasukan TNI di kampus mereka. Di saat keadaan sedikit tenang, mereka dengan hati-hati mencari keluarga mereka. Alangkah terpukulnya Daniel saat kembali ke rumah dan mendapati rumahnya porak-poranda. Hal yang sangat menyakitkan adalah dia tidak tahu bagaimana nasib ayah dan adik perempuannya. Mereka adalah keturunan etnis Tionghoa dan saat itu etnis Tionghoa menjadi sasaran pelampiasan amarah rakyat yang berontak. Keadaan sangat kacau dan Daniel di antara marah dan sedih mengusir Diana untuk kembali ke keluarganya.

Diana yang tidak mengetahui keberadaan Salma menjadi sangat panik dan murka pada suami kakaknya. Diana menuding tentara itu tidak punya hati dan hanya memikirkan karier. Sementara Bagus sendiri di dalam hatinya sangat mencemaskan keadaan isterinya. Bagus meluapkan emosinya pada Diana dengan mengatakan “Memangnya enak jadi tentara!!”. 



Mahasiswa semakin teguh dengan tekad mereka REFORMASI!! Tanggal 18 Mei 1998 mereka mendatangi MPR dan meminta MPR untuk menurunkan Presiden. Presiden yang baru kembali dari Kairo disambut dengan berita mengejutkan yang mengatakan bahwa MPR meminta Presiden untuk mundur. Presiden masih mencoba mengambil hati rakyat dengan membentuk Kabinet Reformasi dan menghubungi calon menteri. Namun tak satupun menteri yang bersedia. Akhirnya dengan sangat terpaksa tanggal 21 Mei 1998, Presiden mengumumkan bahwa dia bersedia mengundurkan diri dan jabatan Presiden digantikan oleh Wapres. Mahasiswa bersorak gembira dan euphoria saat mendengar Reformasi mereka tercapai.


Film ini tidak berbicara dari sudut pandang politis, tapi lebih ke kemanusiaan, dari mata beberapa orang biasa. Ada Diana (Chelsea Islan) dan Daniel (Boy William) sebagai mahasiswa, Bagus (Donny Alamsyah) dan Fauzi Baadila dari sisi militer, Verdi Solaiman dan Salma (Ririn Ekawati) dari sudut pandang karyawan istana, serta Teuku Wisnu Wikana yang mewakili rakyat kecil.


 

Kisah 98 adalah sejarah nyata dalam perjalanan bangsa kita. Banyak nyawa tak berdosa yang menjadi korban. Para mahasiswa sebagai penerus bangsa ingin suara mereka didengarkan dan kebebasan mereka tidak diberangus. Sungguh memilukan melihat keluarga korban yang kehilangan anak-anak mereka. Masa tersebut memang pernah menjadi sejarah kelam dan menyakiti hati banyak orang. Namun saat ini apakah reformasi sudah benar-benar tercapai? TIDAK! Reformasi belum selesai, Perjuangan anak bangsa belum selesai. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan diperjuangkan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar