Di Balik 98
Di Balik 98, film yang disutradarai Lukman
Sardi yang mengisahkan masa krisis moneter saat Orde Baru di bawah tampuk
kepemimpinan Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Suasana
politik yang tidak menentu, harga barang kebutuhan hidup yang melonjak, dan
penjarahan di mana-mana memicu aksi para mahasiswa yang menuntut lengsernya
rezim Orba. Diana (Chelsea Islan) dan Daniel (Boy William) adalah aktivis
mahasiswa yang ikut memperjuangkan reformasi. Mereka menuntut Presiden untuk
mundur dari jabatannya. Sementara itu, kakak perempuan Diana yang bernama Salma
(Ririn Ekawati) adalah pegawai istana Negara dan suaminya Bagus (Donny
Alamsyah) adalah salah satu komandan pasukan. Salma menasehati Diana untuk
tidak ikut demo mahasiswa karena itu berbahaya. Diana tidak peduli, dia malah
bertengkar dengan Bagus karena menganggap tentara itu otoriter dan tidak mau
mendengar kehendak rakyat. Puncaknya yaitu Kerusuhan Mei 1998 (13-15 Mei 1998)
di mana para mahasiswa Trisakti mengadakan demo di depan Istana Negara. Pertikaian
sengit tak terhindarkan antara para mahasiswa dengan pasukan TNI. Tak ayal
banyak korban jiwa di kalangan mahasiswa. Keadaan semakin memanas. Rakyat
semakin beringas, penjarahan terjadi, kekerasan pada etnis Tionghoa yang
memilukan, Negara menjadi chaos.
Sementara sang Presiden sendiri masih berada di Kairo, dan Wapres B.J.Habibie (Agus
Kuncoro) sudah sangat panik menghadapi situasi Negara yang semakin tidak
kondusif. Pertemuan antara Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri digelar untuk
mencari solusi atas masalah besar yang dihadapi Negara.
Salma yang mengkhawatirkan adiknya berupaya mencari Diana walau
dalam keadaan hamil tua. Saat di tengah jalan terjadi tawuran dan keadaan makin
mengerikan, Salma mengalami syok dan
pingsan. Sementara itu Diana dan rekan seperjuangannya bersembunyi dari kejaran
pasukan TNI di kampus mereka. Di saat keadaan sedikit tenang, mereka dengan
hati-hati mencari keluarga mereka. Alangkah terpukulnya Daniel saat kembali ke
rumah dan mendapati rumahnya porak-poranda. Hal yang sangat menyakitkan adalah
dia tidak tahu bagaimana nasib ayah dan adik perempuannya. Mereka adalah
keturunan etnis Tionghoa dan saat itu etnis Tionghoa menjadi sasaran
pelampiasan amarah rakyat yang berontak. Keadaan sangat kacau dan Daniel di
antara marah dan sedih mengusir Diana untuk kembali ke keluarganya.
Diana yang tidak mengetahui keberadaan Salma menjadi sangat panik dan
murka pada suami kakaknya. Diana menuding tentara itu tidak punya hati dan
hanya memikirkan karier. Sementara Bagus sendiri di dalam hatinya sangat
mencemaskan keadaan isterinya. Bagus meluapkan emosinya pada Diana dengan
mengatakan “Memangnya enak jadi tentara!!”.
Mahasiswa semakin teguh dengan tekad mereka REFORMASI!! Tanggal 18
Mei 1998 mereka mendatangi MPR dan meminta MPR untuk menurunkan Presiden.
Presiden yang baru kembali dari Kairo disambut dengan berita mengejutkan yang
mengatakan bahwa MPR meminta Presiden untuk mundur. Presiden masih mencoba
mengambil hati rakyat dengan membentuk Kabinet Reformasi dan menghubungi calon menteri.
Namun tak satupun menteri yang bersedia. Akhirnya dengan sangat terpaksa tanggal
21 Mei 1998, Presiden mengumumkan bahwa dia bersedia mengundurkan diri dan
jabatan Presiden digantikan oleh Wapres. Mahasiswa bersorak gembira dan euphoria
saat mendengar Reformasi mereka tercapai.
Film ini tidak berbicara
dari sudut pandang politis, tapi lebih ke kemanusiaan, dari mata beberapa orang
biasa. Ada Diana (Chelsea Islan) dan Daniel (Boy William) sebagai mahasiswa, Bagus (Donny Alamsyah) dan
Fauzi Baadila dari sisi militer, Verdi Solaiman dan Salma (Ririn Ekawati) dari sudut
pandang karyawan istana, serta Teuku Wisnu Wikana yang mewakili rakyat kecil.
Kisah 98 adalah sejarah nyata dalam perjalanan bangsa kita. Banyak
nyawa tak berdosa yang menjadi korban. Para mahasiswa sebagai penerus bangsa
ingin suara mereka didengarkan dan kebebasan mereka tidak diberangus. Sungguh memilukan
melihat keluarga korban yang kehilangan anak-anak mereka. Masa tersebut memang
pernah menjadi sejarah kelam dan menyakiti hati banyak orang. Namun saat ini apakah
reformasi sudah benar-benar tercapai? TIDAK! Reformasi belum selesai, Perjuangan
anak bangsa belum selesai. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan
diperjuangkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar