Friends
Don’t Kiss
Penulis : Syafrina Siregar
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : 2014
Halaman : 203 hal
Harga : Rp 45,000
“In case you forgot, Mia, friends don’t kiss” –
halaman 153
Cerita tentang cewek
biasa-biasa saja dengan lelaki kaya memang sudah sering diangkat dalam novel.
Tapi novel ini luar dari biasa. Penulis berani mengangkat tema yang sensitif
dan mungkin tidk pernah terpikirkan oleh penulis manapun. Unik dan kreatif.
Apa yang dipikirkan jika
mendengar kata ‘menyusui’? Dalam pikiran lelaki khususnya Ryan Subagyo,
berbagai fantasi ‘nakal’ berkeliaran. Tapi bagi Mia
Ramsy, menyusui adalah ekspresi cinta terbesar dan terindah dari
seorang ibu terhadap anaknya. Mia memiliki misi mulia sebagai seorang konsultan
laktasi, dia ingin mensosialisasikan manfaat pemberian ASI oleh ibu kepada
bayinya terutama yang baru lahir sampai dengan usia disapih. Baginya, ASI adalah
hak setiap anak dan suatu dosa besar bila bayi yang baru lahir langsung
diberikan susu formula.
Pertemuan Mia dengan Ryan
secara tidak sengaja di TKP (baca: tempat parkir) dimulai dengan mobil Mia
‘mencium’ mobil Ryan dan meninggalkan bekas yang lumayan. Mia bukannya
menawarkan mengganti rugi dengan sejumlah uang malah menyodorkan kartu nama
bengkel langganannya. Ryan baru kali ini melihat wanita unik macam Mia yang
tenang dan terlihat mandiri langsung tertarik pada pandangan pertama. Pertemuan
demi pertemuan akhirnya menimbulkan kedekatan di antara mereka. Mia yang
menjadi relawan dalam organisasi nirlaba Indonesian Breastfeeding Mother (IBM) sering
mengajak Ryan berdiskusi tentang pemberian ASI dengan cara yang menarik dan
cerdas. Wawasan Ryan pun mulai terbuka tentang ASI.
"Tidak pernah ia membayangkan, dalam
mimpinya yang paling liar sekali pun, bahwa Ryan akan duduk di depan seorang
gadis yang luar biasa cantik hanya untuk bicara masalah ASI. Tapi saat ini
terjadi, Ryan ternyata menikmatinya" – halaman 127
Tanpa Mia ketahui bahwa Ryan
sebenarnya adalah putra mahkota dari Perusahaan PT. Prima Gold Mandiri, sebuah
perusahaan susu formula terlaris yang menjadi ‘musuh’ Mia dkk. Menurut
organisasi IBM, cara promosi Prima Gold sudah terlalu berlebihan. Demi
meningkatkan laba, Prima Gold dengan berbagai cara dan rayuan mempengaruhi dan
‘menghasut’ ibu-ibu untuk memilih susu formula ketimbang ASI.
Apa akan terjadi saat Mia
mengetahui kenyataan yang sebenarnya? Apakah dia akan mempertahankan cintanya
atau malah berbalik membenci Ryan?
Novel ini memiliki nilai
tambah karena ‘menyusupkan’ informasi tentang dunia wanita terutama mengenai
laktasi dikemas dengan ringan dan bahasa yang mudah dipahami. Dari novel ini,
pembaca mendapat informasi tentang manfaat ASI, bagaimana pemberian dan
penyimpanan ASI, cara menyusui yang benar, sampai dengan minimnya pengetahuan ibu
tentang ASI dan menganggap susu formula lebih baik dari ASI. Saat ini pun tidak
semua rumah sakit bersalin melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada saat
bayi pertama kali dilahirkan. Beberapa rumah sakit ada yang sudah melakukan IMD
dengan meletakkan bayi di dada ibunya namun hanya beberapa menit saja tanpa
sang bayi sempat menemukan puting susu ibunya. Peran seorang ibu dalam tumbuh
kembang anak sangatlah penting. Sungguh menarik dan bermanfaat membaca novel yang memberikan informasi dan pesan moral yang baik akan hebatnya perjuangan seorang ibu terutama dalam proses laktasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar