Sabtu, 17 Januari 2015



Friends Don’t Kiss

Penulis : Syafrina Siregar
Penerbit : Gramedia 
Tahun Terbit : 2014
Halaman : 203 hal
Harga : Rp 45,000

“In case you forgot, Mia, friends don’t kiss” – halaman 153

Cerita tentang cewek biasa-biasa saja dengan lelaki kaya memang sudah sering diangkat dalam novel. Tapi novel ini luar dari biasa. Penulis berani mengangkat tema yang sensitif dan mungkin tidk pernah terpikirkan oleh penulis manapun. Unik dan kreatif.

Apa yang dipikirkan jika mendengar kata ‘menyusui’? Dalam pikiran lelaki khususnya Ryan Subagyo, berbagai fantasi ‘nakal’ berkeliaran. Tapi bagi Mia Ramsy, menyusui adalah ekspresi cinta terbesar dan terindah dari seorang ibu terhadap anaknya. Mia memiliki misi mulia sebagai seorang konsultan laktasi, dia ingin mensosialisasikan manfaat pemberian ASI oleh ibu kepada bayinya terutama yang baru lahir sampai dengan usia disapih. Baginya, ASI adalah hak setiap anak dan suatu dosa besar bila bayi yang baru lahir langsung diberikan susu formula.

Pertemuan Mia dengan Ryan secara tidak sengaja di TKP (baca: tempat parkir) dimulai dengan mobil Mia ‘mencium’ mobil Ryan dan meninggalkan bekas yang lumayan. Mia bukannya menawarkan mengganti rugi dengan sejumlah uang malah menyodorkan kartu nama bengkel langganannya. Ryan baru kali ini melihat wanita unik macam Mia yang tenang dan terlihat mandiri langsung tertarik pada pandangan pertama. Pertemuan demi pertemuan akhirnya menimbulkan kedekatan di antara mereka. Mia yang menjadi relawan dalam organisasi nirlaba Indonesian Breastfeeding Mother (IBM) sering mengajak Ryan berdiskusi tentang pemberian ASI dengan cara yang menarik dan cerdas. Wawasan Ryan pun mulai terbuka tentang ASI.

"Tidak pernah ia membayangkan, dalam mimpinya yang paling liar sekali pun, bahwa Ryan akan duduk di depan seorang gadis yang luar biasa cantik hanya untuk bicara masalah ASI. Tapi saat ini terjadi, Ryan ternyata menikmatinya" – halaman 127



Tanpa Mia ketahui bahwa Ryan sebenarnya adalah putra mahkota dari Perusahaan PT. Prima Gold Mandiri, sebuah perusahaan susu formula terlaris yang menjadi ‘musuh’ Mia dkk. Menurut organisasi IBM, cara promosi Prima Gold sudah terlalu berlebihan. Demi meningkatkan laba, Prima Gold dengan berbagai cara dan rayuan mempengaruhi dan ‘menghasut’ ibu-ibu untuk memilih susu formula ketimbang ASI.

Apa akan terjadi saat Mia mengetahui kenyataan yang sebenarnya? Apakah dia akan mempertahankan cintanya atau malah berbalik membenci Ryan?

Novel ini memiliki nilai tambah karena ‘menyusupkan’ informasi tentang dunia wanita terutama mengenai laktasi dikemas dengan ringan dan bahasa yang mudah dipahami. Dari novel ini, pembaca mendapat informasi tentang manfaat ASI, bagaimana pemberian dan penyimpanan ASI, cara menyusui yang benar, sampai dengan minimnya pengetahuan ibu tentang ASI dan menganggap susu formula lebih baik dari ASI. Saat ini pun tidak semua rumah sakit bersalin melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada saat bayi pertama kali dilahirkan. Beberapa rumah sakit ada yang sudah melakukan IMD dengan meletakkan bayi di dada ibunya namun hanya beberapa menit saja tanpa sang bayi sempat menemukan puting susu ibunya. Peran seorang ibu dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting. Sungguh menarik dan bermanfaat membaca novel yang memberikan informasi dan pesan moral yang baik akan hebatnya perjuangan seorang ibu terutama dalam proses laktasi.


                                               




Tidak ada komentar:

Posting Komentar