Sabtu, 31 Januari 2015



Cinta di Tanah Haraam,
Novel Perdana Karya Nucke Rahma


Khumairah seorang muslimah dengan pesona kecantikan yang nyaris sempurna. Dia percaya pada kekuatan cinta. Baginya, cinta adalah memberi. Pengabdian tanpa batas yang tak bisa dibayar dengan janji. Pada kenyataannya, cinta bagaikan pisau bermata dua. Cinta memberinya kebahagiaan sekaligus sayatan penuh luka.
Di bawah langit Makkah, dalam rangkaian Ibadah Suci Haji, sebuah rahasia gelap terungkap.
Khumairah dihadapkan pada fakta pengkhianatan suaminya, hingga ia terpasung dalam permainan cinta segitiga. Namun ia memilih berdamai dengan dusta yang diciptakan Zidan, suaminya. Ia tak ingin tersesat dalam cinta yang penuh dendam. Keyakinan pada takdir mengajari Khumairah untuk memaafkan. Bagaimanapun, Zidan adalah alasannya untuk hidup,
walau dalam luka ia menjerit.

Mengapa cinta harus mendua? Serendah itukah harga kesetiaan? Atau begitukah nasib seorang istri, tercampakkan ketika pesona mulai pudar?

Ia pun ikhlas berbagi, dan menerimanya sebagai ganjaran terkejam atas pengabdian sebuah cinta.
Ada saat dimana Khumairah pernah begitu yakin cinta akan merengkuhnya ketika diri terjatuh dan mengobatinya saat hati terluka. Khumairah bahkan pernah berharap akan dicintai dengan tulus, setelah semua pengorbanan yang diakukannya. Baginya cinta itu abadi dan tak lekang tergerus waktu.
Namun ternyata tidak ada kata ‘selamanya’ dalam cinta.
Sekuat apapun dia menjaganya, menyemainya, memupuknya, dan memujanya setinggi bintang di langit, Khumairah tetap tak mampu bersaing dengan pesona cinta yang baru. Sebuah sensasi permainan rasa yang mampu mengobarkan api asmara dan membangkitkan nafsu terlarang.
Khumairah terhenyak oleh kenyataan pahit tentang cinta. Betapa cinta begitu menyiksa.
Cinta bagaikan pisau bermata dua. Cinta mampu memberinya harapan sekaligus kecewa. Yang tersisa cuma air mata dan sayatan penuh luka.
Pada akhirnya, dendam dan sakit hati akan menjadi jejak kepergian sebuah cinta.
---
Membuat Khumairah tersenyum adalah kemenangan terbesar yang pernah Gibran raih sepanjang hidupnya. Keyakinan bahwa Khumairah akan menjadi miliknya semakin hari kian kuat tertanam di hati laki-laki itu. Namun Khumairah tak kunjung memberikan jawaban, meski Gibran semakin berharap. Gibran menyayangi Khumairah. Melebihi cinta itu sendiri. Ia pasti akan berjuang mendapatkannya. Dan kemunculan Zidan kembali di hadapan Khumairah tak akan membuatnya tinggal diam!
Apa yang terjadi?
---
Aku pernah mempersembahkan seluruh hidupku untuknya. Jiwaku terpatri dalam sebuah ikatan yang sakral. Lalu dia mendua. Namun, aku tetap dalam penghambaan seorang istri. Berharap dia akan menyadari perbuatannya. Tapi dia malah membuatku tersingkir.
Atas nama cinta, aku tetap memberinya ikhlas.
Dan sekarang tiba-tiba saja dia muncul. Setelah daya upayaku mengobati luka perceraian.
Apa sebetulnya yang dia harapkan dari pertemuan ini? Sedangkan sudah tidak ada lagi yang bisa aku persembahkan untuknya?
Tolonglah aku, ya Rabb. Jangan Kau biarkan aku mengambil keputusan yang salah akibat cinta yang belum tersapu bersih di hati ini...
~Khumairah~

Seandainya saja saya menjadi Khumairah tentu tidak mudah untuk menentukan apakah saya akan kembali pada Zidan atau menerima cinta Gibran. Di satu sisi saya merasa Zidan pernah menjadi sosok suami yang sangat saya cintai dan saya berharap hanya ada satu cinta dan satu perkawinan dalam hidup saya. Namun sebagai seorang istri saya sudah berusaha untuk mempertahankan rumah tangga ini. Jika Zidan sebagai suami sudah tidak menginginkan saya, bagaimana bisa saya tetap melanjutkan pernikahan ini. Walau pada akhirnya dia ingin kembali bisakah saya memaafkan atas segala perbuatannya kepada saya? Masihkan ada rasa cinta saya untuknya?
Sisi lain hati saya sangat tersentuh dengan ketulusan dan kebaikan Gibran. Dia adalah lelaki yang santun dan lembut. Segala upaya dilakukan untk mebuat saya bahagia. Saya tidak dapat memungkiri bahwa kebaikannya itu sedikit demi sedikit mampu mengobati luka hati saya. Tapi apakah saya layak menerima cintanya? Seorang wanita yang pernah gagal membangun rumah tangga apakah bisa membahagiakan lelaki lain?
Di tengah kebingungan dan keraguan dalam hati, saya memohon Allah SWT memberikan jawaban yang tepat dan keputusan yang benar serta tidak akan saya sesali. Saya berserah diri, menyerahkan segalanya kepada Penguasa Semesta Alam yang telah menuliskan semua hal dalam Lauh Mahfuzh. Istikharah dan tawakal, Insya Allah akan ada jawaban atas segala keraguan yang terus membelenggu hati saya. Aamiin ya rabbalalamin..

Tulisan ini diikutsertakan dalam #GAnovelCdTH


Tentang Penulis

Nucke Rachma is Indonesian MEGA HITS WRITER for TV Series, Stripping, FTV (Film Television) and Movie Writer.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar